http://jasagol88.info/?p=2037

Bennacer Kini Belajar dari Andrea Pirlo Ingin Jadi Lebih Baik Gelandang AC Milan Ismael Bennacer berupaya buat tingkatkan performanya di atas lapangan dengan menekuni game legenda Rossoneri, Andrea Pirlo.

Bennacer awal mulanya merupakan gelandang yang beroperasi lebih melanda. Hendak namun dia saat ini bermain lebih ke balik.

Pemain asal Aljazair ini diposisikan pas di depan lini pertahanan. Dari posisi ini dia diharap dapat mengendalikan game rekan- rekannya serta bawa timnya mencapai kemenangan.

Dia tampak apik sepanjang membela Empoli serta pula Timnas Aljazair. Hendak namun, pemain berumur 21 tahun itu belum dapat menampilkan performa terbaiknya bersama dengan AC Milan.

Bennacer Kini Belajar dari Andrea Pirlo Ingin Jadi Lebih Baik

Bennacer Kini Belajar dari Andrea Pirlo Ingin Jadi Lebih Baik

Bennacer mengaku tadinya dia telah mempunyai pemain yang dia idolakan. Yang awal merupakan legenda Barcelona, Andres Iniesta.

Yang kedua merupakan gelandang PSG serta Timnas Italia, Marco Verratti. Dia menekuni dengan seksama kedua pemain itu.

Tetapi saat ini dia menaikkan ilmunya lagi dengan menekuni game Pirlo. Dia menekuni style main eks playmaker Timnas Italia tersebut lewat video.

“Aku termotivasi oleh Iniesta serta Verratti, aku menjajaki mereka dengan teliti. Kala Pirlo bermain, aku masih kecil serta aku tidak dapat sangat banyak menontonnya,” ucapnya semacam dikutip Football Italia.

“Aku ketahui dia salah satu yang terbaik serta Boban senantiasa menegaskan aku hendak perihal itu,” ucap Bennacer.

“Dia berikan ketahui aku:‘ Perhatikan gimana Pirlo bermain, dia tidak sangat kilat namun senantiasa ketahui di mana bola hendak terletak serta di mana rekan timnya terletak. Penempatan letaknya senantiasa sempurna. Saat ini aku mempelajarinya dalam video,” serunya.

Pelajaran dari Pioli

Tidak hanya itu, Ismael Bennacer pula mengaku dia menemukan pelajaran dari Stefano Pioli. Dia dilatih pengganti Marco Giampaolo itu buat dapat mengendalikan pertandingan dengan lebih baik.

“Dibanding dengan Giampaolo, dia lebih kasar. Dia lebih dekat dengan kami, dia senantiasa berdialog kepada kami,” tuturnya.

“Dia pula berdialog kepada aku secara langsung. Dia berikan ketahui aku apa yang dia harapkan dari aku,” tuturnya.

“Dia berkata kepada aku kalau aku butuh menghabiskan lebih banyak waktu buat bola, tidak senantiasa jadi vertikal serta mengendalikan tempo pertandingan dengan metode yang lebih baik,” tandas Bennacer.

Sepanjang masa ini berjalan, Ismael Bennacer telah bermain sebanyak 7 kali untuk AC Milan. Tetapi dia belum dapat sekalipun membagikan donasi assist ataupun berhasil.