Skip to main content
http://jasagol88.info/?p=1829

AC Milan Bermain Cukup Indah Marco Giampaolo Merasa Senang

AC Milan Bermain Cukup Indah Marco Giampaolo Merasa Senang Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo, tidak menyangkal bila timnya tidak bermain indah dikala melawan Genoa. Hendak namun, ia bahagia sebab Milan sanggup mencapai 3 poin yang berarti.

AC Milan bertemu Genoa pada giornata ke-7 Serie A 2019/2020, Minggu (6/10/2019) di Luigi Ferraris. Milan tiba ke markas Genoa dengan keadaan limbung, kalah pada 3 laga terakhir.

Aroma kekalahan pula tercium pada laga babak awal melawan Genoa. Milan terletak di dasar kendali Genoa serta tertinggal 1-0. Genoa mencetak berhasil melalui tendangan leluasa Lasse Schone pada menit ke-41.

Tetapi demikian, Milan bangkit di babak kedua. 2 berhasil Theo Hernandez serta Franck Kessie membuat Milan kembali dengan 3 poin. Rossoneri menang dengan skor 1-2 atas Genoa.

AC Milan Bermain Cukup Indah Marco Giampaolo Merasa Senang

AC Milan Bermain Cukup Indah Marco Giampaolo Merasa Senang

AC Milan Berada Dalam Tekanan

Marco Giampaolo menyebut masih banyak aspek yang wajib ditingkatkan oleh Milan, kendati telah mencapai kemenangan. Ia tidak memandang Milan bermain dengan metode yang indah serta lumayan tajam di laga melawan Genoa.

“Aku mau kita melanjutkan kepribadian ini, namun jelas berharap buat memperoleh style sepakbola yang lebih tajam serta lebih besar di laga berikutnya,”kata Giampaolo dilansir dari DAZN.

“Aku mau memandang regu ini memainkan sepakbola yang lebih baik, namun hari ini tidak bisa jadi sebab mereka merasakan tekanan yang sangat besar serta sangat memerlukan kemenangan,”tuturnya.

“Aku tidak dapat memohon mereka buat sepakbola yang indah hari ini, sebab kami mempunyai tujuan lain,”kata pelatih berumur 52 tahun.

Game Genoa vs Milan sejatinya lumayan berimbang. Whoscored mencatat Milan cuma membebaskan 9 tendangan, 6 menuju pas ke gawang. Sebaliknya, Genoa membebaskan 14 tendangan dengan 6 di antara lain menuju ke gawang.

Kejutan Giampaolo Mainkan Bonaventura

Marco Giampolo membuat kejutan dengan memaikan Giacomo Bonaventura semenjak menit dini. Ia bermain bagaikan trio penyerang bersama Suso serta Krzysztof Piatek. Bonaventura bermain sepanjang 81 menit, sehabis digantikan oleh Andrea Conti.

“Kami memerlukan pengalaman, kepribadian, serta keahlian buat mengalami suasana ini. Aku sangat menggemari Bonaventura, sebab dia pula mempunyai waktu yang pas dengan operasinya,”kata Giamapolo.

Bonaventura tadinya lumayan lama absen sebab luka. Laga melawan Genoa merupakan kali awal untuk pemain 30 tahun kembali jadi pemain inti sehabis terakhir kali merasakannya pada 25 Oktober 2018 kemudian.

Kalahkan Genoa, Giampaolo Mengatakan Untung Aku Berkepala Dingin

Saat sebelum kesimpulannya menang atas Genoa, AC Milan terletak dalam tren yang negatif. Milan senantiasa kalah dalam 3 laga beruntun. Rossoneri pula terletak di posisi ke-16 klasemen giornata ke-6 Serie A. Giampaolo dalam posisi susah dengan keadaan itu.

“Untungnya, aku berkepala dingin sepanjang pertandingan. Aku ragu dengan penalti itu, namun Reina mempunyai banyak kepribadian sehingga aku percaya ia hendak menyelamatkannya,”ucap Giampaolo dilansir dari DAZN.

Milan terletak di dasar tekanan Genoa sepanjang babak awal, bagi Giampaolo. Milan juga dalam posisi tertinggal 1-0 dikala masuk ke ruang ubah. Giampaolo bahagia sebab di babak kedua pemain berikan reaksi yang positif.

“Jadi aku menyanjung para pemain. Aku apalagi tidak hirau bila mereka salah menempatkan umpan ataupun berhasil, yang berarti merupakan membagikan respons dalam perihal kepribadian,”sambung mantan pelatih Sampdoria.

Giampaolo melaksanakan 2 pergantian pemain di dini babak kedua. Krzysztof Piatek serta Hakan Calhanoglu ditarik keluar. Mereka setelah itu digantikan oleh Rafael Leao serta Lucas Paqueta.

“Aku menggemari Paqueta, ia baik-baik saja, semacam halnya Leao, namun aku tidak hendak mengutuk mereka yang ditukar.”

“Aku menyuruh para pemain muda buat senantiasa tenang. Aku tidak hendak membuang siapa juga keluar jendela. Tujuan aku merupakan membuat seluruh orang ikut serta,”kata Giampaolo.

Masuknya Paqueta serta Leao jadi aspek kunci untuk game Milan di babak kedua. Paqueta berikan assist pada berhasil Theo. Sebaliknya, Leao berfungsi pada proses terbentuknya penalti buat Milan yang dieksekusi oleh Kessie.

shares