Ayah Tidak Menyayangi Kami Lucas Hernandez & Theo Ungkap-nya Pemain Bayern Munchen Lucas Hernandez belum mendengar berita dari bapaknya semenjak ia masih kecil serta tidak ketahui apakah si bapak ia masih hidup.

Bek Bayern Munchen Hernandez (23 tahun) sudah berbagi tentang masa kecilnya yang rumit yang ia miliki dengan saudaranya, Theo, sehabis bapak mereka meninggalkan keluarganya.

Lucas, 23 tahun, serta Theo, 21 tahun, belum mendengar berita dari bapak mereka, mantan bek Atletico Madrid serta bek tengah Marseille Jean- Francois Hernandez, semenjak orang tua mereka berpisah lebih dari 16 tahun yang kemudian.

Walaupun kakak adik ini menjajaki jejak bapak mereka dengan jadi pemain sepak bola handal serta menghabiskan waktu di Atletico, keduanya belum berupaya buat mencari keberadaan bapak mereka.

Ayah Tidak Menyayangi Kami Lucas Hernandez & Theo Ungkap-nya

Ayah Tidak Menyayangi Kami Lucas Hernandez & Theo Ungkap-nya

Si pemain mengakui kalau berkembang tanpa bapak bukanlah gampang namun yakin kalau mereka lebih baik tanpanya sebab ia tidak menyayangi mereka. “Aku tidak sempat berupaya[untuk menghubunginya– ayah]. Pasti saja, kala aku masih muda, aku memikirkan di mana ia serta mau ketahui lebih banyak tentang perihal itu, ”kata si pemain dalam suatu wawancara dengan Goal serta DAZN.

“Tetapi, bersamaan sewaktu lalu, aku terus menjadi tidak sering memikirkannya. Aku lebih memikirkan diri aku sendiri serta hidup aku kala aku berkembang berusia.”

“Kesimpulannya jelas untuk aku kalau ia (Bapak) berangkat sebab ia tidak menyayangi kami. Serta bila ia tidak menyayangi kami, hingga lebih baik ia berangkat.”

“Aku berumur 23 tahun saat ini serta aku berumur 5 ataupun 6 tahun [ketika ia pergi]. Saat ini telah dekat 16 ataupun 17 tahun semenjak kami tidak mendengar apa- apa lagi darinya.”

Dia meningkatkan: “Aku tidak ketahui di mana ia terletak, apa yang ia jalani, apakah ia masih hidup ataupun tidak. Sedangkan itu aku sudah mengawali keluarga kecil aku sendiri. Sebab ia belum menghubungi kami sepanjang ini, jadi ia tidak hendak tertarik-ataupun ia sama sekali tidak mau kembali bersama kami.”

Tetapi si pemain senantiasa menyangka dirinya beruntung sebab ia berkata ibunya sukses mengisi kedua kedudukan orang tua serta melaksanakan pekerjaan yang sangat baik membesarkan kedua anak laki- lakinya.

“Ibuku, kakakku, serta saya lekas jadi trio yang tidak terpisahkan sehabis perceraian itu, tambahnya.“ Theo serta aku senantiasa bermain sepak bola bersama, pagi, siang serta malam. Kami bermain bersama sejauh waktu. Saudaraku merupakan sahabatku, kami sangat dekat.”

Lucas Hernandez dekat dengan ibunya

“Kami tidak sempat paham kenapa ia (Bapak) berangkat. Jadi kami berkembang bersama bunda kami. Ia hidup, bekerja, serta membagikan segalanya buat kami. Kami tidak kehabisan apa juga.”

“Saat ini Theo serta aku sudah jadi pemain sepak bola handal, sehingga ia( Bunda) dapat duduk serta menikmati hidupnya sedikit.”

“Ia (Bunda) berikan ketahui kami apa yang terjalin: kalau mereka berpisah. Sesuatu hari bapak aku seketika berangkat, kami tidak sempat mendengar berita darinya lagi.”

“Pasti saja itu agak rumit tanpa figur bapak di kehidupan kami. Namun bunda aku sudah sangat sukses dalam penuhi kedudukan bunda serta bapak. Adikku serta saya mempunyai masa kecil yang rumit, namun indah.”

Si pemain melanjutkan:“ Kakek serta nenek aku menunjang kami secara finansial sehingga kami bisa tinggal di rumah serta bersekolah.”

“Seperti itu sebabnya aku berkata kalau kakek aku semacam bapak aku serta nenek aku semacam bunda kedua aku. Mereka sudah melaksanakan yang terbaik buat menolong kami secara ekonomi serta banyak menolong kami dengan segalanya.”